FPI dipermalukan di Singkawang

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

FPI dipermalukan di Singkawang

Post by [M]ihar[U]_[Y]oit[E] on Mon 08 Dec 2008, 1:55 am

SINGKAWANG—Pembangunan Patung Naga Kota Singkawang, Jumat (5/11), menyedot perhatian warga Kota Singkawang. Sejumlah besar massapun akhirnya mendatangi dan "mengepung" Patung Naga setengah jadi itu dari berbagai sudut. Massa berbondong-bondong mendatangi Patung Naga hanya untuk melihat dan menonton aksi yang bakal terjadi di lokasi tersebut. Pasalnya, ada rencana dari FPI, FPM dan Aliansi LSM hendak merobohkan patung naga di Jalan Kempol Mahmud – Jalan Niaga. Namun harapan massa untuk melihat rencana itu tidak kesampaian, demikian juga rencana merobohkan patung naga tersebut. Niat merobohkan patung naga itu berhasil diredam oleh aparat kepolisian.

Pagi hari sebelum masuk waktu salat Jumat, suasana di lokasi patung naga setengah jadi itu berdiri tampak lengang. Tidak ada lagi para pekerja yang melakukan tugasnya meneruskan pembanguan patung yang menuai polemik ini. Arus lalu lintas masih tampak tenang. Di empat sudut jalan, toko-toko masih buka. Kendati demikian, isu perobohan patung naga yang disumbang oleh seorang pengusaha kepada pemerintahan Kota Singkawang ini, ternyata sudah sampai ke telinga warga sekitar. Apalagi, kabar itu tersiar melalui media cetak yang ada di Singkawang, sehingga meluas ke masyarakat lainnya.

"Saya tahu dari koran, katanya patung naga ini mau dirobohkan hari ini (kemarin)," kata Rina kepada Pontianak Post kemarin. Lalu kepolisian pun tak tinggal diam. Sejak pagi, mereka sudah mondar-mandir di sekitar lokasi. Beberapa diantaranya mengenakan pakaian sipil. Puncak tumpahnya massa ke jalanan terjadi, setelah selesai salat Jumat.

Sejumlah besar massa sudah berkumpul di sekitar patung. Baik yang datang dengan menggunakan kendaraan bermotor, sepeda maupun jalan kaki. Bercampur baur mulai anak-anak, orang dewasa, wanita maupun pria. Mereka pun seolah tidak memperdulikan efek negatif jika terjadi gesekan, malah massa semakin antusias. Kerumunan massa yang semakin membludak, membuat pihak kepolisian pun tampak sibuk."Tadi saya lihat (mereka) sudah berkumpul di Masjd Raya," kata warga yang ingin melihat langsung dirobohkannya patung naga setengah jadi itu. Kemudian, sekitar pukul 13.15 WIB, pawai kendaraan roda dua dan satu unit mobil, muncul memasuki Jalan Sejahtera. Dengan pengeras suara mereka melakukan orasi di jalan. Ternyata itu adalah massa FPI, FPM dan Aliansi LSM.

Mereka berjalan menuju patung naga. Namun, sebelum memasuki tikungan terakhir menuju lokasi patung, Satuan Brimob dengan tameng melakukan barikade. Massa tak bisa masuk. Mereka hanya melakukan orasi. Dalam orasinya, mereka menyebut aksi yang dilakukan ini bersifat damai, dan tidak akan berbuat anarkis. "Selama ini kita hidup harmonis, rukun antar sesama suku dan agama apapun di Singkawang. Tapi kehadiran patung naga ini telah mengusik kerukunan kita," teriak ketua DPW FPI Kota Singkawang Yudha R Hand di atas kendaraan pick up .

Sontak saja, kerumunan massa yang menonton semakin mendekat. Toko-toko di sekitar lokasi tutup. Setelah lama berorasi, kepolisian kemudian melakukan negosiasi dengan perwakilan dari massa. Setelah negosiasi secara damai dilakukan, disepakati keputusan akhir setelah adanya hasil pertemuan di Pemerintahan Kota Singkawang, antara pihak pemkot, kepolisian dan perwakilan massa. Massa pun menyetujui. Lalu mereka dengan tenang melakukan orasi. Di sekitar patung naga, polisi terus berjaga-jaga. Ramainya massa yang tumpah ke jalanan, membuat kepolisian meminta mereka mundur. "Bagi yang tidak ada kepentingan bubar," kata seorang anggota polisi berteriak.

Tapi, massa penonton tidak perduli. Baru saja diingatkan mereka kembali lagi. Lama berada di lokasi, sementara hasil pertemuan belum juga didapatkan, massa pun kemudian menuju pemkot Pontianak. Perlahan-lahan massa yang menonton juga meninggalkan lokasi dengan tertib. Yang tertinggal hanyalah sampah sisa gelas air mineral yang merusak pemandangan kota peraih adipura ini.

Terhenti



Lebih dari dua jam aktifitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi patung naga terhenti. Pemilik toko, lebih memilih menutup tempatnya berjualan, karena khawatir resiko yang tidak diinginkan. "Bagaimana mau buka, kalau ada apa-apa siapa yang mau tanggung," kata salah seorang yang berada di sebuah toko.

"Saya mau beli bahan bangunan kesini tapi sudah tutup," kata seorang pria kepada

Pontianak Post.

Mereka lebih banyak menyaksikan dari lantai dua ruko mereka. Terlebih, dari kerumunan massa, banyak yang mengabadikan momen ini dengan handphone, kamera bahkan handycam.

Di sekitar lokasi, banyak terdapat counter handphone, warung kopi, hotel, toko elektronik dan toko bangunan serta toko pakaian, yang tidak bisa berdagang sementara.



Sekitar pukul 16.00 WIB, kondisi jalan kembali normal. Polisi pun terlihat masih berjaga-jaga. Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih terus memantau situasi di lokasi. (ody/zrf)


MAMPUS TU FPI TAI... MACAM2 DIA DI KAMPUNGKU
EMANK DIKIRANYA CHINESE DI SKW SAMA KEK CHINESE DI TEMPAT LAIN GAMPANG DIBULI2
FPI FUCK Evil or Very Mad Evil or Very Mad


Spoiler:
gak taw maw ditaruh dimana Embarassed Embarassed

_________________

I'm Blind Not Deaf

[M]ihar[U]_[Y]oit[E]

Jumlah posting : 51
Age : 28
Lokasi : Kos 39Z lt. 1 blok B no. 11
Registration date : 29.11.08

Lihat profil user

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas


 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik